Profil PP Miftahul Ulum

Video Profil

VISI

       Terwujudnya generasi santri yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu dan berdaya guna, serta istiqamah dalam shalat, mampu berperan aktif dan positif dalam kehidupan bermasyarakat di era global.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan pesantren yang integratif, mengembangkan nilai keislaman, keilmuan, dan karakter santri secara seimbang.
  2. Menumbuhkan budaya disiplin ibadah, khususnya istiqamah dalam shalat, sebagai fondasi pembentukan kepribadian santri.
  3. Mengembangkan proses pembelajaran yang mendorong santri memahami, mengamalkan, dan mengembangkan ilmu sesuai dengan kebutuhan zaman.
  4. Membentuk santri yang berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.
  5. Mendorong santri memiliki kemampuan adaptif, kritis, dan kolaboratif tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.
  6. Menyiapkan santri agar mampu berkontribusi secara konstruktif di tengah masyarakat, baik di bidang keagamaan, sosial, maupun pendidikan.

TUJUAN

  1. Menghasilkan santri yang memiliki keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Membentuk santri yang terbiasa disiplin, istiqamah dalam shalat, dan berakhlak mulia.
  3. Mengembangkan potensi santri agar berilmu, terampil, dan relevan dengan tantangan zaman.
  4. Menyiapkan santri yang mampu mengamalkan ilmunya secara bertanggung jawab di lingkungan keluarga dan masyarakat.
  5. Mewujudkan lulusan pesantren yang siap melanjutkan pendidikan, mengabdi, dan berperan aktif dalam pembangunan umat dan bangsa.

Trilogi Santri

الإِيمَانُ وَالتَّقْوَى وَالأَخْلَاقُ الْكَرِيمَةُ

(Beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia)

الْعِلْمُ الْعَمَلِيُّ

(Berilmu yang bersifat amaliyah)

الْعَمَلُ الْعِلْمِيُّ

(Beramal yang bersifat ilmiah)

quotes

“Love Nature has an amazing team of hard working professionals. It has been a pleasure to meet them.”

avatar on about

Emily Davis

kh. ahmad baihaqi musyiqon

BIOGRAFI KH. AHMAD BAIHAQI MUSYIQON

Di hari lahir NU yang ke-94 ini, saya ingin mengenang seorang pejuang NU asal Kalisat, Jember, Jawa Timur. Beliau lahir di desa Bragung, Guluk-guluk, Sumenep. Nama lahir beliau adalah Musikan, dari ayah bernama Abdul Hamid (Kyai Judhi) dan Ibu bernama Mulani (Nyai Judhi). Kelak setelah naik haji beliau berganti nama menjadi Haji Baihaqi.
Tanggal dan tahun lahir beliau, sampai sekarang belum bisa dipastikan. Hal ini bisa dimaklumi karena orang-orang desa di zaman itu tidak terbiasa mencatat tanggal lahir anaknya. Menurut perkiraan keluarga, sekitar tahun 1914 atau 1915. Perkiraan ini didapatkan dari kesaksian saudara sepupu beliau, Mbah Duha. Kata Mbah Duha, Kyai Musikan lebih sepuh 6 atau 7 tahun darinya. Sedangkan Mbah Duha sendiri seumuran dengan Pak Harto (Presiden kedua RI), yang lahir tahun 1921.

foto awal pendirian

SEJARAH BERDIRI

1. Keberadaan Desa Glagahwero Kalisat pada Era Penjajahan Jepang

Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, pada masa penjajahan Jepang (1942–1945) merupakan wilayah pedesaan yang masih sangat sederhana. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan buruh perkebunan, dengan kondisi sosial-keagamaan yang relatif minim sentuhan pendidikan Islam formal. Praktik keagamaan masih bercampur dengan tradisi lokal yang belum sepenuhnya berlandaskan pemahaman syariat. Pada masa itu, tekanan ekonomi, kerja paksa (romusha), dan situasi politik yang tidak menentu membuat kehidupan masyarakat berada dalam kondisi serba sulit. Lembaga pendidikan Islam belum berkembang, sementara kebutuhan akan bimbingan keagamaan dan pembinaan akhlak sangat besar. Dalam konteks inilah, kehadiran seorang ulama pesantren kelak menjadi titik balik bagi kehidupan keagamaan masyarakat Glagahwero.